Tuesday, December 09, 2014

Tentang Laki-laki

“Laki-laki itu arogan, egois, maunya menang sendiri, tukang selingkuh, tukang bohong, hidung belang…” Siapa yang pernah mendengar deskripsi mengenai laki-laki seperti itu? Well, aku pernah. Aku bahkan pernah jadi salah satu orang yang mendeskripsikan manusia ber-gender laki-laki seperti itu. Ya tidak semua kata di atas sih, cuma bagian “arogan” aja yang sama :D
   
Source of pict: link
Memang, terkadang ketika menemui hal yang tak sesuai dengan apa yang kita mau, kita akan merespon dengan perasaan kecewa, begitu pun aku. Aku menilai laki-laki sebagai makhluk yang arogan karena di suatu waktu aku pernah bertemu dengan laki-laki yang arogan, tapi kemudian aku sadar bahwa tidak semua laki-laki arogan. Aku tidak bisa mengubah pendapatku tentang “laki-laki punya harga diri tinggi”, karena memang menurutku itu kenyataan (disebabkan oleh kesadaran mereka bahwa kaum lelaki ditakdirkan untuk jadi pemimpin). Tapi aku bisa mengubah pendapatku bahwa hanya BEBERAPA laki-laki saja yang mempunyai watak arogan, hanya BEBERAPA laki-laki saja yang termasuk dalam kategori hidung belang. Beberapa, tidak semua. Dengan tidak ‘memukul rata’ pendapat negatif tentang laki-laki, aku sedang berusaha untuk berpikir obyektif dan fair.

Damn. The topic about gender is always be sensitive.

Lanjut.

I’m not trying to be a feminism. No. Aku sadar betul bahwa ada hal-hal yang hanya bisa dilakukan oleh laki-laki, dan sebaliknya. Dengan demikian seruan tentang “kesetaraan gender” antara laki-laki dan perempuan tentu harus diperjelas, spesifik. Tentang apa? Dalam hal apa? Tidak semua hak dan kewajiban laki-laki dan perempuan bisa disamaratakan, kan?

Eh, tunggu dulu! Kenapa malah ngomongin kesetaraan gender?

Balik ke topik tentang pendapat negatif tentang laki-laki. Aku yakin jika aku melempar opini seperti ini ke perempuan: “Laki-laki itu cuma mau yang cantik saja. Mata mereka suka jelalatan. Ah, dasar lelaki,” pasti akan lebih banyak perempuan yang setuju.

Dalam hal ini aku tidak sedang membela laki-laki, tentu kejadian seperti di atas jika terjadi/dilakukan oleh laki-laki yang kusuka, juga akan membuatku bete. Wajar. Tapi ladies, laki-laki memang makhluk visual, gampang tergoda oleh apa yang mereka lihat. Jadi jika pandangan mereka mengikuti kemana perginya si cantik, wajar. Yang jadi pertanyaan selanjutnya, apakah pandangan itu hanya sekadar “pandangan” saja atau melibatkan emosi yang lebih jauh? Silakan para lelaki yang menjawab, tadi kan sudah kubela :p

Tapi, heiii…laki-laki yang sudah punya pasangan, jangan lantas dengan dalih “makhluk visual” lantas kalian selalu cari-cari kesempatan untuk cuci mata lho, ya? That’s not healthy for your relationship. Ingat, kapal bisa tenggelam dengan adanya lubang kecil! (Siapa elo Fa, nasehatin orang lain kek gitu?? LOL =)) )

Paragraf-paragraf di atas kutulis sebagai bentuk penghargaanku pada teman-teman laki-lakiku. Aku bisa mengenal berbagai jenis kepribadian dan kecenderungan laki-laki (termasuk tentang melihat perempuan cantik itu tadi), ya dari teman-temanku. Aku bersyukur untuk itu; untuk teman laki-lakiku yang tidak merokok, yang bersikap sopan pada perempuan, yang menjaga kesetiaan mereka dalam menjalin hubungan, yang jujur, gentle, fair, dll. Dari teman-temanku itu pula lah aku yakin bahwa masih banyak laki-laki yang punya prinsip, menjaga komitmen dalam hidup mereka.
  
I think the quote is true. Dear men, why do you act like you're a man of steel? It's okay for men to cry (dengan catatan: di depan orang yang dipercaya).
Source of pict: link
Baru-baru ini ada seorang teman laki-laki yang (tiba-tiba) menanyakan kabarku melalui sebuah pesan singkat. Sebut saja dia “I”. I ini teman laki-laki yang terhitung dekat denganku, aku bisa tertawa lepas saat bercanda dengannya. Kata teman-teman yang lain sih, kami berdua ini seperti kakak-beradik dan kami berdua bersaudara dengan 2 orang teman yang lain. So, kami sebenarnya adalah 4 bersaudara \:D/ (Apa lah. Abaikan bagian ini.)

Aku sangat senang dia menanyakan kabarku dan menanyakan tentang kapan kami bisa pergi bareng lagi (maksudnya hang out bareng teman-teman yang lain). Karena sorenya kebetulan aku berencana nonton (sendirian) festival film di bioskop, aku pun mengajaknya. Singkat cerita dia berminat, kemudian menyarankanku untuk mengajak salah seorang teman kami yang lain yang bernama “F”. Tapi, sayangnya si F itu tidak mau pergi. Lalu aku sampaikan pada I bahwa F tidak mau ikut nonton.

Tak lama berselang, I membatalkan kepergiannya tanpa mengatakan alasannya. Meski dia tidak mengatakan alasannya, aku sudah bisa menebak mengapa. Jadi…mengapa? Karena dia sudah punya pacar. Terus hubungannya...?

Sebelum membatalkan kepergiannya, dia sempat bercanda bahwa jika kami pergi berdua akan kelihatan seperti KENCAN. Aku benar-benar ketawa geli saat itu. Aku dan dia? Kencan? Please! Kayak besok udah mau kiamat aja. Maksudku, itu hal yang mustahil.

Aku pun menarik kesimpulan bahwa dia hanya mau menjaga komitmennya pada pacarnya. Jadi karena dia menganggap pergi nonton berdua dengan perempuan selain pacar/saudaranya itu dikategorikan sebagai suatu bentuk pelanggaran (awas, kena kartu merah! =D ) maka dia tidak mau pergi berdua denganku, sekalipun aku ini teman akrabnya. Lantas responku…?

Sebenarnya aku hanya menganggapnya sebagai teman saja. Jika kemudian dia mau ikut nonton, aku akan menganggap kejadian itu sebagai acara hang out antar teman saja. Kami hanya akan bertemu di bioskop, nonton, dan setelah film selesai, kami berpisah, pulang. Nothing would happened more than that. Tapi aku mengerti alasannya dan menghormati keputusannya. Jika dia menolak ajakanku karena menurutnya kegiatan itu akan terlihat seperti kencan, aku tak keberatan pergi tanpa dirinya. Jadi pada akhirnya, apapun keputusannya, aku akan tetap pergi…dengan atau tanpa dia (ya iyalah, kan itu rencanaku sendiri =D ).

Alih-alih kecewa dengan penolakan si I, aku malah merasa bangga. Bangga karena ternyata temanku adalah laki-laki yang punya komitmen :’) *terharu

Menurutku, laki-laki yang sudah punya pasangan (perempuan juga, sih) memang seharusnya membatasi diri pergi berduaan terlalu sering dengan lawan jenis selain pasangan/saudara. Kenapa? Kalau tidak ada ketegasan, lama-lama batasan hubungan pertemanan tentu akan jadi kabur. Jika perginya hanya sekali, kita masih bisa mengatakan, “Ah, kan cuma teman. Teman baik, pula. Tak apa lah.” Tapi jika sudah berkali-kali dan sering, apakah lawan jenis itu hanya teman atau sudah lebih dari sebatas teman, tidak jelas lagi.

Akhir kata, terlepas dari penilaian terhadap beberapa laki-laki yang pernah kutemui yang ternyata tidak “jujur”, aku percaya bahwa masih banyak laki-laki yang punya komitmen kuat dalam hidupnya, jujur, bertanggung jawab, menghormati perempuan, dll (yang baik-baik). :)

"Laki-laki, kamu bilang kamu adalah pemimpin yang seharusnya dihormati. Jika memang demikian yang kamu inginkan, tunjukkan kualitasmu sebagai pemimpin. Tunjukkan bahwa dengan kualitas dirimu itu, kamu pantas dihormati. Orang-orang (termasuk perempuan) tentu tidak mau menghormati orang yang tidak layak dihormati."
  
Bonus gambar. Ku-upload karena aku suka :)
Source of pict: link


13 comments:

  1. Masih banyak kok lelaki yang emang baik. Insha Alloh

    http://www.msmahadewi.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waw~ Selamat datang di blogku, mbak! Aku belum sempat coba bikin banana cake nih :)

      Delete
  2. Kalo yang berkomitmen, ya contohnya gue lah :) *ngarep*

    ReplyDelete
  3. Jujur sih sebagai laki laki, hal pertama yang diliat ya fisiknya baru deh dalemnya. Kalo fisiknya engga sesuai kriteria, ya kemungkinan kecil juga mau nyari tau sifat-sifatntya hoho

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya semua orang juga gitu, soalnya penampilan kan kesan pertama yg didapat orang lain :)

      Delete
  4. Menurutku sih, pria kalah di mata wanita kalah di telinga. Wajar kalau cowok sering noleh kalau ada cewek cantik/seksi, karena kelebihan fisik wanita itu gampang ngundang penasaran. Namun, lagi-lagi pria akan luluh dengan orang yang bener-bener dia sayang. Apapun itu, pasti ia korbanin kalau sudah sayang mah. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kata orang-orang sih juga gitu, pria kelemahannya di mata.

      Delete
  5. hehe, bonus gambar.... aku laki-laki jujur kok alfa.. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmm...lebih tepatnya "tulisan" ya.
      tapi karena itu dalam format .jpg (image) maka kuartikan sebagai gambar (image = gambar) :D *halah

      iya deh, percaya kamu jujur :p

      Delete
  6. waah setuju juga nih alfa pasti masih ada laki-laki yang jujur dan punya komitmen yang baik

    ReplyDelete
  7. Laki laki ditakdirkan lemah mata agar wanita tidak terabaikan, dan laki laki kuat ditelinga agar bisa menampung bawelan nya perempuan,, tapi kl sebaliknya maka ada yg harus d pertanyakan ^_^

    ReplyDelete