Friday, February 27, 2015

Blogging to Have Fun

“Kita ngeblog buat senang-senang dan kalau bisa dapat duit,” kata salah satu miminnya WB yang kuamini.

Kalimat di atas itu bener banget =D Contohnya adalah 3 postingan yang kubuat sebelum ini. Tiga postingan itu kubuat semata-mata hanya untuk kepentingan lomba/kontes. Dilihat dari judulnya aja udah kelihatan jelas kan ya, tujuan pembuatannya? :D
 
Foto: koleksi pribadi. Kupilih karena kesannya santai banget. Sama seperti 'warna' postingan ini: santai. Duh, jadi ingin makan bakpau lagi nih...

Postingan pertama yang kumaksud adalah tulisan berjudul “Metland Rumah Idaman”. Kontes itu adalah kontes SEO (Search Engine Optimization) pertama yang kuikuti. Ya namanya aja kontes SEO, pasti tolak ukur untuk menentukan pemenangnya berdasarkan munculnya link artikel kita di halaman pertama search engine. So…I decided to join this contest finally. Selain karena ingin ikut berkompetisi, aku juga ingin mencoba “membuat” sesuatu berdasarkan SEO secara serius untuk yang pertama kalinya. Well, bukan yang pertama kali juga sih sebenarnya, ada beberapa postingan di blog ini yang kuatur sedemikian rupa supaya bisa muncul di halaman pertama search engine (baca: Google :D ). Jadi, ternyata aku sudah mengetahui prinsip/cara kerja SEO, maka kupikir…why don’t I take the challenge? Aku ingin melihat sejauh apa aku bisa bersaing dengan kontestan-kontestan lain (meski sebenarnya aku tahu kecil kemungkinanku untuk menang).

Monday, February 16, 2015

Surat untuk Stiletto Book

I can’t believe you’ve grown this much, Stiletto. Sudah cukup lama sejak pertama kali aku mendengar namamu. Saat itu geliat penerbit buku di Jogja belum seagresif sekarang, kalau tidak salah itu tahun 2011.
  
Mari kita flashback sejenak.
 
Resmi jadi milikku per tanggal 25 Februari 2011. Setahuku setiap buku Stiletto Book selalu mempunyai pembatas buku, nah yang ini ke mana? Ah, aku lupa hilang di mana.
   
Hari itu ketika mengunjungi sebuah toko buku di Jogja, aku melihat buku ini. Satu hal yang membuatku penasaran untuk membacanya adalah judulnya “untuk Perempuan”. Kenapa hanya diperuntukkan bagi perempuan? Memang apa bedanya isinya dengan buku-buka atau tips keuangan bagi umum? Kemudian cewek mata duitan ini pun penasaran dan akhirnya memutuskan untuk membelinya.

Wednesday, January 21, 2015

[Review] The Reveter, Si Pengelola Mimpi


Judul buku: The Reveter
Penulis: Frida Kurniawati
Editor: Elizabeth
Penerbit: Elf Books
Tahun terbit: 2013
Tebal: 236 hlm

“Karena memiliki kalung Convoera berarti mempunyai sebuah tugas yang harus dilakukan, yaitu menemukan pasangannya. Dan itu adalah harga mati, apalagi kalau kau adalah keturunan ke-2562.” - hlm 98

Setelah ditinggalkan kakek dan neneknya secara misterius, Hydra harus berhadapan dengan kakak beradik Radon dan Calsina yang menyebut diri mereka sebagai reveter, pengelola mimpi. Lebih mengejutkan lagi, mereka mengatakan bahwa Hydra adalah keturunan reveter ke-2562 yang memiliki kalung Convoera. Itu artinya dia harus menemukan pemilik kalung Convoera yang satunya lagi untuk menghentikan permusuhan antara pengikut Argento dan Auri. Tapi ada kekuatan jahat yang tidak menghendaki perdamaian terjadi dan berusaha mencegah mereka menemukan si pemilik kalung Convoera yang mereka cari. Bagaimana cara mereka lolos dari ancaman kekuatan jahat yang terus mengintai mereka? Berhasilkan Hydra dan yang lainnya menemukan orang yang dimaksud dan menggabungkan kedua kalung Convoera? Tapi…bagaimana jika mereka tidak mampu menemukan orang itu?

“Jika dua orang pemilik kalung Convoera yang merupakan keturunan ke-2562 dari Argento dan Auri memilih untuk bersatu, maka hutang darah di antara mereka akan dihapuskan; kekuatan jahat juga bisa dikalahkan, dilenyapkan dari muka bumi.” - hlm 66
***

Harus kuakui Frida Kurniawati selaku penulis novel fantasi ini mempunyai tingkat imajinasi yang cukup rumit, mengingat bahwa dia sebenarnya adalah mahasiswi Teknik Fisika (dan sepertinya dia memang cinta mati dengan Fisika, haha). Eh, bagaimana aku bisa tahu? Itu karena dia mengadakan giveaway beberapa waktu lalu dan buku ini adalah salah satu hadiah GA-nya (aku pernah cerita sedikit di postingan Perjalanan Bersama Blogku).

Ngomong-omong tentang fantasi, kamu tak akan menyadari betapa kompleksnya fantasi yang kamu bangun sampai kamu berhenti berfantasi dan menilik ke belakang, ke awal. Karena berfantasi itu susah mulainya tapi sekali sudah dimulai maka kamu akan sulit untuk berhenti. Jadi, tahu-tahu fantasimu sudah berkembang kemana-mana dan akhirnya kamu hanya bisa berkata, “Ya ampun, aku tidak percaya bisa memikirkan semua hal impossible kayak gini.” (Apa deh aku ini :| )

Sunday, January 04, 2015

Sejauh Mana Kamu Melindungi ID-mu?

(Happy new year 2015! Aku menyambut tahun baru ini dengan kaki pegal-pegal dan sakit flu, bagaimana dengan kalian?)

Source of pict: link
Sejauh mana kita harus melindungi identitas (ID) nyata di dunia maya? Selama ini aku nggak pernah mendengar adanya aturan baku mengenai hal ini. Sejauh mana kita mengungkap jati diri yang sebenarnya di dunia maya, itu tergantung masing-masing kita. Sejauh yang aku tahu, pertimbangan itu dipengaruhi oleh tujuan kita; untuk apa kita berkelana di dunia maya.

Ada orang yang ngeblog atau aktif di forum dan sosial media untuk menunjukkan eksistensinya. Ada juga orang yang aktif di dunia maya karena tujuannya ingin berbisnis (promosi usaha, online shop, dll). Orang-orang yang punya tujuan semacam itu akan menunjukkan identitasnya yang sebenarnya (memasang foto asli, menulis nama/tempat tinggal asli). Tapi ada pula orang yang nggak mau menunjukkan identitas aslinya dan selalu menggunakan nama samaran. 

Friday, December 26, 2014

13 Film & Serial Korea Layak Tonton [Part 2]

(Lanjutan dari part 1)
  
7. Iljimae (Drama Serial)

Source of pict: link
Iljimae ini adalah drama yang akting pemeran utamanya bagus, seperti Werewolf Boy. Bagusnya di sebelah mana? Tokoh utama diceritakan sebagai orang yang kelihatannya ceria dan bodoh, tapi di sisi lain dia serius dan punya kemampuan berkelahi yang hebat. Nah, pemerannya bisa dengan tepat menggambarkan image tersebut, sehingga penonton ikut merasa yakin dengan karakter yang ditampilkan saat itu dan terbawa suasana.
  

13 Film & Serial Korea Layak Tonton [Part 1]

Yakin nih, pasti yang nggak suka sama segala sesuatu berbau Korea nggak bakalan mau baca postingan ini. But, hey! This is just for fun!
    
Selama ini kita tahu bahwa fans film dan drama Korea adalah perempuan. Kebanyakan laki-laki biasanya ogah menonton tontonan dari Korea (yang kumaksud di sini adalah Korea Selatan ya, bukan Korea Utara, huehehe) karena penampilan kaum adam yang kelewat cantik. Tapiii…bagaimana bisa mereka disalahkan untuk sesuatu yang sudah mereka miliki sejak lahir? Itu seperti kamu disalahkan orang lain karena fisikmu kurang menarik. Nggak fair kan, penilaian semacam itu? Jadi tolong hentikan menggunakan fisik lelaki Korea sebagai alasan untuk membenci mereka (aku pernah membuat pembelaan lain terhadap fans-fans Korea, sekitar 2 tahun yang lalu, di postingan yang berjudul Korean Day UGM 2012...dan Sekelumit Ceritaku).
   
Film dan serial Korea juga ada yang bagus, kok! Nih, aku pilihkan 13 judul yang layak ditonton. Kenapa memilih 13? Karena 10 dan 15 itu mainstream *halah =D

1. God’s Quiz (Serial, Sci-fi, Misteri)

Source of pict: link
Sampai sekarang, serial ini sudah dibuat 4 season, tapi aku belum nonton yang season 4. Inti ceritanya adalah tentang seorang pria jenius yang bekerja di lab forensik yang khusus menangani orang-orang yang meninggal secara misterius (mencari penyebab kematian secara biologis). Awalnya, si tokoh utama sangat menyukai robot, tapi kemudian dia memutuskan untuk belajar kedokteran karena menurutnya robot yang paling rumit adalah tubuh manusia (kalau tidak salah ingat, begitulah dialognya).

Tuesday, November 18, 2014

[Review] Bintang Jindo

(Sekalipun kamu tidak ada keinginan untuk membaca buku ini, tak ada salahnya membaca postingan ini sampai akhir. Siapa tahu kamu memperoleh sesuatu yang berharga dari sini. Dare to accept my challenge, readers? B-) )

Ini penampakan bukunya, tak lama setelah sampai di tanganku, sekarang sih sudah kusampul :D

Judul: Bintang Jindo
Genre: K-Novel (dengan target pembaca pra-remaja)
Penulis: Susanti Hara
Penerbit: DAR! Mizan
Tebal buku: 132 halaman
Terbit: September 2014

“Tidak ada sesuatu yang sangat mudah, Hyo Ra. Tapi, dengan berlatih kamu sudah punya bekal. Ya, walaupun ada kesalahan, tidak akan separah seseorang yang tidak latihan sama sekali.” (hlm 102)

Hyo Ra adalah seorang gadis kecil berusia sepuluh tahun yang mempunyai dua orang teman dekat, Youra dan Eun Hee. Mereka bertiga tinggal di kampung nelayan di Pulau Jindo. Di antara mereka bertiga, Hyo Ra lah yang paling sederhana dalam perilaku maupun impiannya.

Youra gemar mengunggah fotonya ke internet dan bermimpi menjadi artis terkenal, Eun Hee suka sekali ngeblog dan bercita-cita menjadi guru, sedangkan Hyo Ra? Dia hanyalah gadis kecil yang rajin menabung di celengan babi. Impiannya adalah membahagiakan kedua orangtuanya. Sangat sederhana dan biasa.

Tak ada yang dapat menyangka bahwa kesederhanaan Hyo Ra ternyata membawanya pada suatu peristiwa yang besar, sesuatu yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Ya, terkadang keberuntungan hidup justru datang pada mereka yang tidak mengejarnya. Tapi keberuntungan apakah itu? Apakah keberuntungan yang diterima Hyo Ra benar-benar suatu “keberuntungan” untuknya? Rahasia apa yang selama ini disimpan Hyo Ra dibalik keceriaannya?

***

Monday, November 10, 2014

Tempat Impian

Ini salah! Salah banget! Harusnya aku membatalkan kepergianku selagi masih ada di Soekarno-Hatta!

“La, lihat sini dong!” Dia tidak berubah, tatapan matanya masih tetap hangat. Dadaku selalu saja bergetar setiap kali mendengar suara khasnya yang berat.

“Sip!” Senyumnya kembali mengembang, membuat perasaanku campur aduk. “Menara Eiffel-nya kelihatan jelas.”

Kualihkan pandanganku ke menara besi yang menjulang tinggi di seberang Sungai Seine ini, pemandangannya sangat mempesona. Seharusnya aku juga bisa ikut tersenyum lebar, berada di sini adalah impian terbesarku. Tapi nyatanya?

Saturday, November 08, 2014

Kebiasaanku Sebagai Orang Introvert

Aku tidak tahu dari mana harus memulai postingan ini, karena banyak sekali yang ada dalam pikiranku yang menunggu untuk dituangkan dalam halaman blog ini *tsaahh B-)
  
Source of pict: 9gag
Ada dua tulisan tentang introvert milik blogger yang pernah kubaca, dan aku suka keduanya. Yang pertama adalah milik Mas Afghan yang berjudul “Kamu Introvert?” dan yang kedua adalah milik Nael yang berjudul “Anda Introvert? Sama, Saya Juga. LOL”. Kenapa bisa suka? Karena aku intovert, pastinya =D Menemukan orang-orang yang setipe denganku itu rasanya seperti bertemu dengan teman lama. Menyenangkan dan melegakan.­­

Di postingannya Mas Afghan isinya kelebihan dan cara memperlakukan introvert, sedangkan di postingannya Nael isinya ciri-ciri kepribadian introvert. Biasa aja sih mungkin, tapi akan jadi istimewa jika yang membacanya adalah orang-orang introvert. Seperti yang pernah kusinggung di postingan “Tidak Semua Tulisan Kita Bisa Dinikmati”, orang hanya akan terpuaskan oleh genre tulisan yang mereka butuhkan/sukai. Jadi postingan tentang introvert juga hanya akan nampol untuk orang introvert juga =D (Atau setidaknya untuk orang yang ingin mencari tahu tentang kaum introvert)

Tuesday, November 04, 2014

Jangan Panggil Aku “Bro” Ya, Bro?

Source of pict: link
Aku itu, nggak di SMS, nggak di dunia maya, dipanggil “bro” melulu. Yakali emang udah nasibku gara-gara punya nama boyish (boyish = bersifat seperti laki-laki) :|

Nama yang kugunakan sebagai nama blogger-ku ini bukan nama lengkap. Asli sih, tapi nggak lengkap. Sebenarnya itu di tengah dan di belakangnya masih ada yang lain, jadi kalau orang baca nama lengkapku pasti akan tahu genderku apa. Tapi kalau cuma 2 kata seperti yang kupakai sekarang ini, yakin deh siapapun bakal ngira aku ini cowok (namaku udah kuganti ya, sekarang cuma 1 kata aja, biar keren :D ).

Aku memilih 2 nama itu sebagai nama blogger karena keduanya adalah nama panggilanku. Aku ini tipe orang yang punya 2 nama panggilan berbeda di dalam dan di luar rumah *LOL =)) semacam nama “siang” sama “malem” aja yak

Friday, October 31, 2014

Tidak Semua Tulisan Kita Bisa Dinikmati

Source of pict: link
Setuju kan, jika aku bilang tidak semua tulisan kita bisa dinikmati (menghibur, berguna, bahkan dibaca) orang lain? Para blogger pasti tahu itu.

Tulisan termasuk selera, ada yang membaca suatu tulisan karena dia suka dengan topik tersebut (seperti aku yang suka menulis tentang hal-hal pribadi, karena itu seleraku). Namun ada pula yang membaca suatu tulisan karena dia butuh, misalnya dia tidak suka membaca berita politik tapi demi melek situasi negaranya maka dia pun membaca berita politik.

Aku sadar bahwa tidak semua tulisanku akan dibaca orang lain, aku menyadarinya sejak lama. Tapi baru beberapa hari terakhir ini aku benar-benar mikir (lebih dari sebelumnya) tentang itu, gara-gara tulisanku dikritik oleh teman. Bukan berarti pemberian kritik itu aku anggap jelek, namun alangkah sangat membuka mata sekali saat kita diberi kritik orang lain. Sebelumnya hampir tak ada yang mengkritikku, aku jadi tidak tahu dimana celah-celah yang kurang dalam tulisanku.

Wednesday, October 08, 2014

VCN BNI Tidak Bisa Dipakai Lagi (?)

Geregetan, oh aku geregetan! *Trying look like Sherina :p

Tapi memang aku beneran gregetan gara-gara ini. Sekitar 2 bulan yang lalu aku membuat akun Paypal, terus setelah cari tahu ini-itu ternyata aku harus membuat rekening baru di BNI yang memungkinkan kartu debitku bisa digunakan di Paypal. Sebelumnya rekeningku cuma yang biasa saja, nggak ada jaringan mastercard-nya gitu lah ceritanya. Nah, setelah berkonsultasi dengan CS di BNI, rekeningku yang lama bisa diubah ke jenis lain (data diri dan uang tabungan nggak ilang, cuma berubah jenis).

Okesip, tinggal nunggu VCN.

Untuk yang belum tahu, aku ceritain singkat aja nih. Jadi BNI itu memberikan layanan yang memungkinkan nasabahnya menggunakan kartu debit untuk belanja online seperti halnya kartu kredit (termasuk verifikasi Paypal), tapi hanya untuk jenis tabungan tertentu. Untuk dapat memverifikasi akun Paypal menggunakan kartu debit BNI, terlebih dulu aktifkan sms banking. Setelah memperoleh VCN (Virtual Card Number), langsung masukkan nomer tersebut ke akun Paypal. Penasaran kayak apa yang dimaksud VCN BNI? Googling aja deh, kepanjangan (banget) kalau aku harus nulis di sini.

Monday, August 25, 2014

[REVIEW] Finally You

Hadiah nih, seperti yang kuceritakan kemarin

Judul: Finally You
Penulis: Dian Mariani
Editor: Herlina P. Dewi
Penerbit: Stiletto Book
Tebal buku: 277 hlm
Terbit: Juni 2014

“Kamu lebih penting dari masa lalu kamu.” (hlm 222)

Pernahkah kamu mengenal seseorang yang punya masa lalu yang (menurutmu) tidak baik? Kalau pernah, dia itu siapamu? Lantas seberapa sulit kamu menjalin relasi lagi dengannya setelah mengetahui masa lalunya itu? Bagi Luisa, tokoh utama cerita ini, hal itu sangat sulit.

Luisa yang baru beberapa bulan putus dari pacarnya, seolah dipertemukan oleh takdir dengan Raka, atasannya di tempat kerja. Pertemuan itu kemudian membuat mereka mengenal satu sama lain dan dari situ hubungan mereka berkembang menjadi teman dengan hubungan tanpa status. Ya, begitulah aku menyebutnya.

Hubungan mereka mungkin akan tetap baik-baik saja jika rahasia masa lalu Raka tidak terkuak. Tapi apa boleh buat, Luisa sudah terlanjur tahu. Setelah itu hubungan mereka bagai tali layangan yang terus ditarik-ulur. Kadang jelas, kadang tidak pasti. Kadang membuat hati berbunga-bunga, kadang terasa begitu menyesakkan. Luisa dan Raka pun akhirnya sama-sama dihadapkan pada pilihan: menciptakan hari esok yang berbeda atau kembali pada kenyamanan masa lalu?

Setelah membaca buku ini aku teringat pada beberapa kalimat di dalamnya, seperti misalnya:

“Walaupun kita nggak ada apa-apa, tapi kan ada seseorang yang perasaannya harus dijaga.” (hlm 60)

Tuh, yang sudah punya pasangan tapi sering pergi dengan teman pria/wanitanya, ada seseorang yang perasaannya harus dijaga lho.

Saturday, August 23, 2014

[REVIEW] Marriageable

(Ini pertama kalinya aku membuat sebuah review buku di blog. Sangat sulit untuk memulai, karena aku sudah lama tidak me-review buku, jadi aku bingung apa saja yang harus ditulis. Terakhir kali aku meresensi buku adalah saat aku kelas 3 SMP, dalam rangka mengikuti lomba. Haha. Jadul amat ya. Semoga tulisan berikut ini tidak melenceng dari genre-nya: review.)


Judul: Marriageable
Penulis: Riri Sardjono
Editor: Windy Ariestanty
Penerbit: Gagas Media
Tebal buku: x + 358 hlm
Dimensi: 13 x 19 cm
Terbit: 2013

“Part of me ngerasa…kurang beruntung karena belum menemukan jodoh. Tapi another part of me ngerasa beruntung karena hidup gue masih bebas.” (hlm 47)

Flory dan Vadin, dijodohkan oleh orang tua mereka di usia yang sudah menginjak kepala tiga. Tak banyak yang terjadi setelah perkenalan mereka di rumah Flory. Tak ada drama percintaan ala ABG, perasaan berdebar-debar setiap kali bertemu, maupun acara kencan romantis. Semua mengalir begitu saja. Mengalir, apa adanya, tanpa komitmen.

Siapa sangka hubungan ‘apa adanya’ seperti itu akan berakhir di pelaminan? Tapi itulah yang terjadi antara Flory dan Vadin. Tiba di sepertiga cerita, dikisahkan bahwa mereka memutuskan untuk menikah. Sebenarnya, bisa dibilang cerita “Marriageable” ini baru dimulai saat kedua tokoh utama akhirnya menikah. Inti ceritanya bukan tentang bagaimana kebahagiaan tercipta di dalam pernikahan mereka, namun tentang bagaimana menyatukan perbedaan yang mereka punya dalam satu ikatan sebagai suami-istri dan bagaimana kita ‘ditampar’ dengan berbagai ketakutan Flory yang mungkin serupa dengan ketakutan kita sebagai wanita dewasa yang masih lajang.

Monday, August 18, 2014

Please, Girls, Cowok Bukan Cenayang

Pernah nggak dengar ungkapan, “Cewek itu suka main kode. ‘Iya’ berarti ‘nggak’, ‘nggak apa-apa’ berarti kenapa-napa’.” Atau buat cowok, mungkin pernah (atau sering dengar) ungkapan berikut dari pacar kalian, “Kamu nggak peka banget, sih!” Terus si cewek ngambek, terus si cowok bingung harus gimana, terus hubungan jadi nggak nyaman. Drama.

Source pict: hello-aliva.blogspot.com

FYI (For Your Information), cowok juga termasuk manusia biasa ya, dear. Nggak adil kalau kamu menuntut dia untuk selalu tahu apa yang kamu inginkan, sementara kamu nggak ngomong ke dia.

Cowokmu itu bukan cenayang yang bisa membaca pikiranmu, bersimpatilah sedikit pada kaum adam dalam urusan ini. Mari kita ubah tradisi bahwa cewek itu sukanya main kode makanya susah dipahami. Sampaikan segala maksud yang kamu mau ke cowokmu. Jangan harap cowok bisa tahu dengan sendirinya. Please banget, girls, dewasa lah. Grown up, dear!

Ini pertama kalinya aku menulis hal kayak gini di blog. Terlalu sering aku mendengar obrolan atau tulisan di dunia maya tentang kedua hal di atas. Dan jujur, aku jadi tergoda sekali untuk menuangkan uneg-unegku ke dalam blog supaya banyak orang bisa membacanya dan mendapat pencerahan.
  
1. Semua Manusia Butuh Komunikasi

Semua manusia BUTUH komunikasi, karena nggak semua manusia bisa baca pikiran. Yang bisa baca pikiran cuma Mama Laurent *yakali

Penting banget menanamkan pemahaman ini ke pikiranmu dalam-dalam, “Jangan berharap orang lain bisa tahu apa yang kita pikir dan apa yang kita mau, jika kita tidak mengungkapkannya.” Kalaupun ada yang bisa tahu, entah itu kerabat, teman atau pacar, jumlahnya lebih sedikit daripada yang tahu. Dan mereka hanya tahu SESEKALI, tidak selalu.

Jadi kalau kamu lagi bete sama pacarmu, bilang. Kalau kamu sedih gara-gara dia lebih mementingkan game daripada kamu, bilang. Kalau kamu mau dia membelikanmu makanan yang kamu suka, bilang. Mengatakan secara langsung tentu akan lebih menghemat waktu daripada kamu harus melewati masa ‘drama’ yang melelahkan hati dan menguras emosi.

Wednesday, May 07, 2014

Resep: Mie Goreng Kari

Mie goreng rasa kari yang tidak terlihat istimewa dari gambarnya. LoL.

Bosen sama mie goreng biasa? Cobain nih resep mie goreng kari! Patut dicoba lho *menurutku :p

Friday, December 20, 2013

Puding Lapis Isi Buah

Sebelum bulan Desember berakhir, marilah menulis sepatah-dua patah kata dalam blog ini *notes untukku*

Artikel pertama di bulan ini -dan dalam kurun 2 bulan terakhir- adalah tentang resep puding lapis isi buah. Mungkin sebagian besar dari kalian sudah banyak yang tahu cara membuatnya, tapi tak apalah aku tulis lagi di sini :)



Saturday, September 07, 2013

Fuyunghai

Untuk kesekian kalinya, lagi-lagi aku menulis (koreksi, re-write lebih tepatnya) tentang resep. Dan resep yang mau aku bagikan hari ini adalaaahh…FUYUNGHAI!! Masih merupakan hasil praktek resep Dapur Umami. Ahahaha~


Saturday, July 13, 2013

Pisang Panggang


Pisang panggang?? Hmm...sebenarnya cuma pisang goreng biasa kok. Wkk~ Bedanya sama pisang goreng yang biasa kita makan itu, pisang goreng yang ini nggak pake tepung. Gampang bikinnya, lumayan bisa jadi cemilan yang beda dari biasanya.

Bahan-bahannya sederhana, cukup pisang, meses, susu, keju dan margarin. Toppingnya bisa diganti yang lain, atau nggak pake topping juga nggak apa-apa, sesuai selera aja lah. Terus pisangnya paling enak itu pake pisang kepok. Kalau pisang yang aku pake di gambar itu bukan pisang kepok, nggak tahu namanya, agak nggak cocok dijadikan pisang panggang sih, tapi woles lah. Haha.

Friday, June 07, 2013

Diet Kantong Plastik


Bulan lalu aku sungguh sangat tidak produktif sekali dalam hal tulis-menulis, pun dalam hal tugas. Banyak yang kurang mencapai target karena tenagaku drop sampai ke batas antara semangat dan lesu, yang seperti itu justru sulit untuk 'naik'. Awal bulan ini, aku mencoba untuk 'memaksa' diriku untuk melakukan apa yang seharusnya aku lakukan dan apa yang sudah kutargetkan untuk dilakukan.

Untuk itu aku akan memulai menulis sesuatu yang cukup sepele, sebagai post pembuka bulan Juni ini. Aku akan membagi tips dalam rangka "Diet Kantong Plastik", berhubung baru 2 hari yang lalu kita memperingati hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Simple saja, ini dia:
  1. Kalau hanya berbelanja sedikit barang dan barang-barang itu bisa dibawa pulang dengan tangan kosong atau bisa dimasukkan ke dalam tas (kalau kebetulan membawa tas), jangan menerima kantong plastik pemberian kasir. Katakanlah terus terang jika kita tidak memerlukannya.
  2. Kalau sudah berencana untuk belanja banyak barang, bawa tas sendiri dari rumah. Jaman sekarang sudah tren bawa tas sendiri untuk berbelanja di swalayan bahkan supermarket. Dengar-dengar dari teman, di supermarket sekaliber Carrefour sudah tidak memberi kantong plastik untuk customernya, ya? (Yah, aku tidak tahu pasti sih, karena sudah lama sekali tidak ke sana.) Nah, hal itu menunjukkan kalau supermarket besar seperti mereka ternyata juga mempedulikan kesehatan lingkungan, karena mereka sadar bahwa semakin banyak plastik berarti semakin banyak limbah yang dihasilkan oleh kita.
  3. Nah kalau awalnya hanya berencana untuk berbelanja sedikit barang tapi karena sesuatu dan lain hal akhirnya barang belanjaan kita menjadi banyak dan kita terlanjur tidak membawa tas dari rumah, ya apa boleh buat, mau tidak mau kita harus meminta kantong plastik dari kasir. Meski akhirnya menggunakan kantong plastik juga, tapi setidaknya kita sudah berdiet. Karena yang namanya diet kan bukan berarti "tidak sama sekali" tapi "menekan pengunaan seminimal mungkin".
Itu tadi ketiga tips dalam rangka Diet Kantong Plastik. Alangkah bijaksananya jika kita membiasakan diri untuk meminimalkan penggunaan kantong plastik, bukan sekedar aksi sesaat pada momen-momen tertentu saja. Dan apabila memungkinkan, penggunaan kantong plastik bisa kita ganti dengan kantong recycling, yang lebih ramah lingkungan. Marilah kita mulai memikirkan kebersihan dan kesehatan lingkungan, demi kehidupan anak-cucu kita kelak.